Latar Belakang Acara IDEQ 2.0 (313)



Startup atau dalam bahasa Indonesianya adalah Usaha Rintisan adalah perusahaan yang dirintis dari skala kecil dimana biasanya didirikan oleh seseorang (Single Founder) atau beberapa orang (Co-Founder). Sementara itu, Startup Digital sendiri adalah perusahaan kecil berbasis teknologi yang saat ini sudah mulai banyak berkembang dan bahkan beberapa diantaranya telah menjadi perusahaan besar seperti, Google, Facebook, ataupun Twitter.

Startup terkenal dengan skalabilitas yang tinggi, maksudnya adalah perusahaan startup biasanya memiliki pertumbuhan yang pesat dan produknya dapat diproduksi dalam bentuk massal dengan waktu yang singkat. Selain itu startup juga memiliki proses pengembangan produk yang mungkin hampir bersamaan dengan proses produksinya.  

Berbeda halnya dengan UKM yang cenderung memiliki skalabilitas menengah ke bawah. UKM sendiri tentunya tidak bisa memproduksi produknya secara masal dengan waktu yang singkat (mungkin hal ini berlaku untuk perusahaan besar, namun tidak untuk UKM) dan juga proses pengembangan produk dari UKM terbilang tidak mungkin bisa dilakukan bersamaan dengan produksinya jika tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup.  

Namun kendala yang dihadapi startup digital saat ini khususnya di eks-Daerah Istimewa Surakarta ialah lemahnya pengetahuan mengenai manajemen perusahaan, baik dalam hal tim, keuangan, maupun legalitas badan usaha 1. Memang kemampuan teknis programming perlu, namun ketiga hal tadi ialah dasar untuk menjalankan kegiatan proses bisnis. Bila mereka dibiarkan tanpa pengetahuan tersebut, ditakutkan akan banyak startup digital di eks-Daerah Istimewa Surakarta yang tumbang dan akan tergerus oleh perusahaan digital dari luar negeri yang sudah kuat.  

Kita selayaknya terus mencari inovasi-inovasi baru yang dapat kita berikan untuk membantu pelaku startup digital di eks-Daerah Istimewa Surakarta ini dengan mengembangkan sumber daya manusia mereka. Hal ini dikarenakan seluruh sumber daya yang ada di suatu negara hanya dapat dioptimalkan apabila faktor manusia maupun faktor teknologinya mumpuni baik. Untuk itu diharapkan kegiatan yang dilakukan dalam acara IDEQ 2.0: Kulonuwun Startup ini dapat menjawab permasalahan ini.

Mengingat Komunitas ID Startup Founder memiliki tujuan berupaya dalam pengkajian dan penelitian terhadap perkembangan startup teknologi perangkat lunak demi untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Sehingga, inovasi teknologi yang telah diproduksi dengan baik ditambah dengan pelatihan manajerial keuangan dan legalitas badan usaha ini diharapkan akan menciptakan perusahaan produk digital yang mendunia dan menciptakan banyak tenaga kerja untuk bangsa. Serta mendukung program-program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Hebat!



1Giwangkoro, G.G. (2017). Startup di Soloraya. Disampaikan pada “Dilo on Campus”, 9 September 2017, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »