[DL: 030418] Local Entrepreneurship Development Program by PUPUK & Ford


Indonesia memiliki tingkat ketidaksetaraan tertinggi di Asia Timur. Ketidaksetaraan yang relatif tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan sosial, politik, dan ekonomi secara negatif. Mengurangi tingkat ketidaksetaraan memerlukan strategi komprehensif untuk mengangkat ekonomi sebagian besar masyarakat miskin - sekelompok penduduk berpenghasilan rendah, kualitas hidup dan kondisi kesehatan.

Beberapa karakteristiknya meliputi akses pasar yang buruk, kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi, dan mata pencaharian di sektor informal. Strategi untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan hidup khususnya masyarakat miskin (Bottom of Pyramid / BoP) dapat mencakup akses yang setara terhadap layanan publik dan program perlindungan sosial serta meningkatkan produktivitas masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat miskin adalah miningkatkan populasi kewiraswastaan yang terlibat secara inklusif dengan orang-orang di BoP.

Menurut standar minimum daya saing global, tingkat kewiraswastaan ideal adalah 2 persen dari total populasi. Sementara menurut standar Bank Dunia adalah 4 persen. Saat ini, menurut data Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 1,65 persen pengusaha dari total populasi 250 juta orang. Untuk mencapai target 2 persen, Indonesia membutuhkan 1,7 juta pengusaha dan 5,8 juta jika menggunakan target dari Bank Dunia.

Bila dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand, masing-masing mencatat 7 persen, 5 persen dan 3 persen dari total populasi. Sementara itu, negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman bahkan memiliki sejumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari populasi. Meski demikian, menurut data GEM keinginan masyarakat Indonesia untuk menjadi pengusaha menempati posisi kedua, di bawah Filipina.

Ada tiga kondisi utama, dimana Indonesia bisa memiliki momen penting yang bisa mendongkrak jumlah wiraswasta di Tanah Air. Pertama, Indonesia mengalami bonus demografi, yaitu sekitar 65% dari 258 juta orang berusia kurang dari 40 tahun, atau 35% berusia antara 15-30 tahun. Itu adalah 10, 20 sampai 30 tahun ke depan kita memiliki generasi muda yang produktif. Kedua, tingginya penetrasi internet yang memberikan akses gratis terhadap informasi, dan jangkauan pasar. Internet menyediakan akses mudah bagi pendatang baru dan biaya rendah untuk menjual produk dan layanan mereka, baik melalui penjualan langsung maupun melalui platform bisnis online pihak ketiga.

Yang ketiga adalah meningkatnya ekonomi pengetahuan dan industri kreatif. Kecenderungan dunia menunjukkan bahwa kesuksesan bisnis semakin dipengaruhi oleh ekonomi pengetahuan dan atau teknologi berbasis.  Ada 16 sub sektor ekonomi kreatif yang bisa menjadi entri point peningkatan daya saing dan nilai entrepreneursip yaitu: aplikasi dan pengembangan permainan; arsitektur; desain interior; desain komunikasi visual,; desain produk; fesyen; film, animasi dan video; fotografi; kriya; kuliner; music; penerbitan; periklanan; seni penunjukan; seni rupa; dan televisi dan radio.

Selain itu pula sektor lain yang memberikan nilai tambah terus juga didorong untuk tumbuh termasuk pendukungnya seperti infrastruktur dan kebijakan ekonomi baik makro dan mikro di Indonesia. Untuk itulah pada tahun 2018 ini PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) yang merupakan lembaga nirlaba nasional yang independen dan non politis didukung oleh Ford Foundation melaksanakan program kewirausahaan/pengembangan ekonomi jangka panjang Local Entrepreneurship Development Program (LEDPro). 

Program LEDPro mencari mitra lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan wirausaha baru / start up lokal yang memiliki bisnis maupun ide bisnis inovatif untuk menciptakan entitas bisnis yang mampu menjadi pendorong/lokomotif keterlibatan masyarakat rentan dalam BoP tersebut. Bagaimana mereka bisa berbisnis secara inklusif dan berkelanjutan untuk menciptakan daya saing ekonomi yang dimulai ditingkat lokal dan tumbuh menjadi wirausaha tangguh. Mitra LSM lokal dan wirausaha lokal tersebut akan memperoleh hibah bersaing untuk menjalankan programnya yang sesuai dengan kerangka kerja LEDPro didampingi oleh PUPUK serta bersinergi dengan mitra kunci lainnya.

Program ini akan focus dalam menumbuhkan wirausaha baru dan penguatan UMKM dengan mengambil pendekatan bagaimana system dan lingkungan di daerah (desa/kabupaten) dapat bekerja untuk menciptakan satu tujuan bersama dalam mewujudkan daya saing satu daerah. Program ini akan mendorong terjadinya kolaborasi multistakeholders sehingga dapat berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, asosiasi usaha, perguruan tinggi, sumber daya bisnis dan organisasi masyarakat. Program ini akan memberikan peluang yang lebih besar kepada generasi muda dan perempuan sehingga dapat berperan penting  dalam berbagai kegiatan industry kreatif atau bidang pembangunan ekonomi.

Tujuan Umum dari Program ini adalah :
Untuk meningkatkan kesejahtraan dan kemakmuran masyarakat yang dicirikan dengan adanya peningkatan pendapatan atau penyerapan tenaga kerja melalui penumbuhan wirausaha baru 

Tujuan Khusus dari Program Ini adalah :
  1. Meningkatkan jumlah dan kapasitas wirausaha baru 
  2. Meningkatkan performa usaha dari pelaku usaha / UMKM yang ada 
  3. Meningkatkan kesadaran dan inisiatif multistakeholders untuk berkolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah 
  4. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait kondisi social dan lingkungan untuk mempromosikan kegiatan usaha yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Persyaratan untuk mengikuti RFP ini adalah :
  1. Mengirimkan Letter of Interest (Surat Ketertarikan) mengikuti hibah bersaing ini 
  2. Mengirimkan form concept note (LSM) / form konsep pengembangan usaha (wirausaha baru) 
  3. Melampirkan akta pendirian lembaga dan surat pengesahan dari institusi yang berwenang (LSM) 
  4. Melampirkan surat keterangan usaha / surat keterangan domisili usaha (wirausaha baru) 
  5. Mengirimkan Proposal program bagi LSM/Wirausaha baru yang dinyatakan lolos pada tahap 1 
  6. Bersedia untuk dilakukan assessment (due diligent) 
Jumlah anggaran yang dapat didanai oleh program LEDPro berkisar Rp. 250.000.000,00 - Rp. 400.000.000,00. Tetapi PUPUK akan memeriksa, mempertimbangkan dan memastikan berapa besaran program yang dapat didanai berdasarkan kriteria dan penilaian yang dilakukan.  Program LEDPro ini akan dilakukan selama 24 bulan atau 2 tahun.

Pengiriman concept note / konsep pengembangan usaha paling lambat 3 April 2018 Pukul 17.00 WIB ke alamat email : admin.ledpro@pupuk.or.id 
Info lebih lengkap : http://pupuk.or.id/info-rfp-ledpro.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »