IDSF Peduli: Save Palu, Donggala, dan Mamuju


Di saat konsentrasi kita masih tertuju di Lombok, musibah kembali mengguncang. Tepatnya di Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempa berkekuatan 7.4 SR mengguncang Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) petang. Sesaat setelah gempa besar merobohkan bangunan hingga meretakkan jalanan aspal, gelombang tsunami datang. Menyapu Kota Palu hingga ratusan meter. Gempa yang membawa gelombang tsunami itu juga dirasakan hingga Toli-toli, Palu, Mamuju Majene, dan Poso.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh. Penanganan gempa dan tsunami di Donggala, Mamuju, dan Palu, masih terkendala padamnya listrik. Akibatnya, komunikasi juga lumpuh.




Bagi para pejuang startup yang hendak memberikan donasinya, bisa langsung menggunakan beberapa fundraiser platforms yang dimiliki oleh para pejuang startup komunitas kita. Yang tentunya kapabel dan bonafide, sehingga seluruh sumbangan dan bantuan kita dapat tersalurkan. Silakan pilih fundraiser platform yang Saudara kehendaki pada tautan berikut.


Semoga amal jariyah kita menjadi jembatan di yaumul akhir kelak, dan bantuan kita dapat membuat Sulawesi Tengah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Amin.

Background of IDEQ 2.1 event


While the exact number varies according to different sources and methodologies, it is clear that there are a large number of women entrepreneurs in Indonesia (Table A).

Table A. Estimated number of women entrepreneurs in Indonesia



However, these encouraging statistics provide an incomplete picture of women’s entrepreneurial activities. More than 50% of these female entrepreneurs own micro enterprises and on average most of these are informal enterprises. Additionally, while women own 52% of all microenterprises in urban areas of Indonesia, they own only 34% of the medium sized enterprises. There is much less representation of woman entrepreneurs further along the enterprise growth trajectory (Figure A).

Figure A. Number of women-led enterprises across growth stage in Indonesia
Source: International Finance Corporation

A large number of women entrepreneurs in the micro stage is due to a lack of formal paid employment for women, which tends to push them to earn income through entrepreneurship. In other words, they are more likely to be pushed into entrepreneurship out of necessity rather than entrepreneurial opportunity. Additionally, there are lower barriers to entry in the form of capital, skills, and technology required at the micro stage. There also appears to be a lower representation of growth-oriented 37 women - who want to focus beyond the micro stage in the Indonesian ecosystem. GEM reports that globally, women’s intention to start a business is increasing over the years. However, there is a wide gender gap in early entrepreneurial activity, implying that there is discontinuation in translating the intention into an actual entrepreneurial activity by women.

ID Startup Founder believe that there is a need to address the lack of female entrepreneurs across the growth spectrum in Indonesia, because an increase in new women-led ventures and the longevity of existing ones can lead to a more prosperous economy through the following:
  • An increase in female labor force participation: Women business owners tend to hire more women than men. In Indonesia, women owners are 16% more likely to have more women employees than men owners. This will happen if there are more women-led SMEs, as micro entrepreneurs cannot normally hire full-time employees.
  • An increase in worker’s productivity: The World Bank estimates that the average output per worker will increase by 7 to 18% if women entrepreneurs have the same access to productive resources as their male counterparts.
  • Social transformation as a result of women’s empowerment. The increase of growth-oriented women entrepreneurs will create more success stories, which will likely invite more women into entrepreneurial activity.
The low representation of women in entrepreneurship across the enterprise growth trajectory can be associated with many external and internal challenges, such as lack of access to finance, lack of access to networks and information and lack of self-confidence. There is a need to further explore the unique challenges faced by women entrepreneurs in the Indonesian context.

There are a number of programs provided by the Indonesian government that support MSMEs. Often, such programs provided by the government have a different mission to the above. According to IFC, the majority of these programs target microenterprises with the main objective of providing support to make the best of entrepreneurship as a way to earn wages. However, none of these programs focus specifically on women-led businesses.

Therefore, there is an opportunity for ID Startup Founder to make the entrepreneurial ecosystem more gender inclusive, by supporting and promoting more women entrepreneurs. In the following section, ID Startup Founder briefly outline the current progress of the ecosystem and Startup Assistant Organizations (SAOs) in this field. With private and public sector support, ID Startup Founder could play a critical role in addressing the issue of ensuring everyone, regardless of gender, is given the same level of support. And support government programs to realize Indonesia Hebat!

[BDG:25-26/05/18] Lailatul Coding @Bandung


Hari, tanggal  : Jumat-Sabtu, 25-26 Mei 2018
Tempat   : Lo.Ka.Si Coffee & Space (Jl. Ir. H. Juanda 92, Kota Bandung)

Mata Acara :
Talkshow & Diskusi :
“Be Creatively Productive in Ramadan”
Jumat, 25 Mei 2018, 15.30-17.30 WIB
Topik diskusi akan seputar sharing ttg produktivitas, bagaimana cara meningkatkan produktivitas & tips & tools apa saja yang bisa digunakan untuk itu.

Pembicara:
  1. “Tools for Productive Life” bersama Wahyu Rismawan (CEO Yawme)
  2. “Practical Productive Life” bersama Seterhen Akbar (CEO Labtek Indie)
Moderator :
Dimas Dwi Adiguna (Productive Hopper)

Bedah buku “My Hijrah Journey” dan sharing session bersama Saeful Zaman
Registrasi Event Diskusi: bit.ly/diskusilailatulcodingbdg


Malam
Lailatul Coding
Jumat-Sabtu, 25-26 Mei 2018, 20.30-05.00 WIB
Peserta (developer & desainer) akan dibagi menjadi beberapa tim kecil untuk mengerjakan beberapa pilihan project yang diberikan oleh Project Owner.
Acara akan dibuka dengan perkenalan tiap peserta dan penjelasan brief singkat oleh para Project Owner. Kemudian nantinya akan ditutup dengan sahur bersama dan beberapa kegiatan lainnya.

[JKT:26-05-18] FGD Agrotech Challenges

StartupFounder.ID mengundang rekan-rekan penggiat startup Agro di acara "Focused Group Discussion bidang AgroTech" dan Buka Puasa Bersama.

Waktu : Sabtu, 26 Mei 15.30 sampai berbuka puasa bersama
Tempat : @Kolega x MarkPlus Coworking Space
Pendaftaran : https://bit.ly/IDSFAgroMeetup02

Tamu untuk FGD kali ini:
- Crowde
- RiTX
- Egritech

Kegiatan ini berbasis komunitas gratis terbuka untuk umum. Bagi rekan-rekan yang datang silahkan membawa makanan tambahan untuk saling berbagi.

Info lebih lanjut hubungi Cak Inra: +62856 9333 5165


[DL:220718] Transhub Challenge 2018


Badan Litbang Kementerian Perhubungan akan melaksanakan kegiatan Lomba transhub challenge dalam rangka mencari ide-ide terbaik untuk mengentaskan permasalahan transportasi.

Kami mengajak para startup generasi millenials untuk dapat bergabung di acara LOMBA TRANSHUB CHALLENGE 2018 dengan cara mengakses website kami di

http://transhubchallenge.dephub.go.id

Dan mohon bantuannya untuk menyebarluaskan.

[JKT:050518] Founder Networking and Startup Mini Exhibition


Founder Networking and Startup Mini Exhibition - Fintech & Edutech chapter Indonesia Startup Founder Community

Konsep acara: Startup Mini Exhibition (Perkenalan startup) dan networking antara founder startup nya dan potential cofounder.

Date and Time

Location

Kolega x MarkPlus, Coworking Space
Setia Budi, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940
View Map

Roundown

09.00 - 09.10 : Opening Speech & Introduction to Indonesian Startup Founder
09:10 - 11:30 : Networking Session
11:30 - 12:00 : FGD for IDSF Fintech Chapter Committee
13.00 - 13.10 : Opening Speech & Introduction to Indonesian Startup Founder
13.10 - 13:30 : Networking Session
13:30 - 14:00 : FGD for IDSF Edutech Chapter Committee

Startup members diperkenankan untuk membawa maksimal 1 banner Startupnya untuk promosi.
 It's free and limited, so let's get the ticket in this link.

Catatan IDEQ 313: Indonesia raya merdeka merdeka.. tanahku negeriku yang kucinta…

Yaka Fitra, pegiat blog, dalam IDEQ 313

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan negara kita, dimulailah acara IDEQ 313 dengan judul Kulo Nuwun Start Up yang di buat oleh salah satu komunitas Start Up di wilayah Solo yaitu Indonesia Start Up Founder (IDSF). Acara ini disusun menjadi suatu acara diskusi yang mempertemukan antara pegiat start up dan bagi para masyarakat non startup yang bertempat di Digital Innovation Lounge Solo (DILo Solo) di tanggal 13 Maret lalu.

DILo Solo yang menjadi basecamp bagi para pelaku Digital dan IDSF yang menjadi wadah bagi pendiri start up memiliki tujuan yang linier dimana mereka bersama sama menginginkan masyarakat Kota Solo untuk mengenal dan mengetahui seluk beluk Start Up. Untuk itulah acara IDEQ 313 kemarin tidak hanya mengundang para pelaku Start Up tapi juga mengundang lini masyarakat lain seperti pelajar, mahasiswa maupun komunitas yang masih belum terbiasa dengan istilah Start Up. 

Start Up adalah rintisan usaha yang mempunyai visi kedepan untuk melakukan perluasan dan berusaha mengubah dunia. Contoh dari start up yang ada di kota Solo ada WiForGo, Teman Belajar, Kredibel, Impuls, Oemah Semar dan masih banyak lainnya. Beberapa dari mereka sudah jatuh bangun, melakukan penggantian model bisnis dan sampai mendapatkan pendanaan dari pemerintah maupun investor. Tentunya investor tersebut mendanai mereka karena Start Up mereka sudah berjuang keras dan akhirnya bisa menarik minat para investor.

Ardhy Yuliawan memperkenalkan startup-nya untuk masyarakat Soloraya

Start Up di Kota Solo ini masih belum seramai di kota kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Itulah yang menjadikan pemikiran bagi panitia menyelenggarakan acara IDEQ 313 tersebut di Kota Solo untuk mengembangkan ekosistem Start Up terutama Start Up Digital bagi masyarakat awam yang masih melakukan suatu pekerjaan secara konvensional. 

Acara IDEQ 313 berbentuk diskusi yang dibantu oleh moderator dengan durasi sekitar 2 jam dimana para peserta diskusi diberikan pertanyaan oleh moderator untuk dijawab. Diskusi ini berlangsung baik dan selesai dengan lancar tanpa hambatan apapun. Yang perlu digaris bawahi bahwasanya acara diskusi ini perlu di kembangkan lagi agar Kota Solo bisa terbentuk masyarakat digital dan ekosistemnya semakin meluas. Dengan hal tersebut pastinya Kota Solo akan semakin maju.

[SPEAKER's FILE] Menuju Revolusi Industri 4.0 di Indonesia Industrial Summit 2018


Tema Indonesia Industrial Summit adalah “Implementasi Industri 4.0 dalam rangka Transformasi Landskap Industri Nasional menuju Top 10 Ekonomi Dunia 2030”. Acara ini diselenggarakan dari tanggal 4 sampai 5 April 2018 berlokasi di Jakarta Convention Center dibawah sponsor utama Kementrian Perindustrian.

Penggerak utama revolusi industri pertama adalah mekanisasi, mesin uap, dan tenaga air. Kemudian revolusi kedua adanya produksi massal, perakitan, dan penggunaan listrik. Revolusi industri ketiga adalah komputer dan otomatisasi. Terakhir yang sedang tren yaitu Revolusi industri keempat adalah sistem fisik maya melalui jaringan internet. Industri 1.0 ditandai dengan kekuatan mesin uap, industri 2.0 ditandai dengan kekuatan listrik, industri 3.0 ditandai dengan kekuatan komputer, dan industri 4.0 ditandai dengan kekuatan internet.

Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah roadmap atau peta jalan mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki industri 4.0 untuk mencapai 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

Buat yang penasaran mengenai materi di Indonesia Industrial Summit 2018, silakan klik tautan berikut untuk mengunduh materinya.

[DL:210418] Jasa Raharja Hackaton 2018



Mengundang seluruh IT Developers, ICT researcher/enthusiast untuk bersama membangun bangsa melalui pengembangan solusi berbasis IT bagi peningkatan layanan masyarakat di Jasa Raharja.

Solusi yang dikembangkan dapat berupa Mobile apps/ web based/IoT/wearable devices.

Persyaratan peserta :
WNI berupa kelompok dengan anggota 3-4 orang yang menetap di Indonesia maupun tidak
Lembaga Pendidikan dan Lembaga Riset baik pemerintah maupun non pemerintah dan umum

Registrasi 15 maret s/d 21 April 2018

Ayo segera daftarkan tim kamu.
Info & registrasi : hackathon.jasaraharja.co.id
support by - cgenindonesia.org